Senin

Perayaan 100 tahun Sebelum Doraemon dilahirkan


Hong Kong merayakan 100 tahun sebelum Doraemon dilahirkan.

Doraemon adalah salah satu karakter manga Jepang yang paling populer di Asia. Dia pertama kali muncul pada tahun 1969 dan robot kucing dari masa depan itu telah membintangi banyak serial TV dan film sejak itu.

Berasal dari masa depan, tanggal lahir Doraemon adalah 3 September 2112, yang berarti 2012 menandai dimulainya hitungan mundur tahun 100 sampai ulang tahunnya.

Untuk merayakan sebelum ulang tahun, musim panas ini dari 14 Agustus-16 September, Harbour City di Hong Kong akan menjadi tuan rumah 100 Tahun Sebelum Kelahiran Doraemon.

Untuk menandai ulang tahun Doraemon (meskipun 100 tahun awal), Harbour City akan menampilkan 100 tokoh unik Doraemon unik bersama dengan 100 gadget rahasia, semua ditampilkan di luar Harbour City.

Upacara Pembukaan untuk 100 Tahun Sebelum Kelahiran Doraemon akan diselenggarakan pada tanggal 14 Agustus pada 13:00, di halaman depan Harbour City.




[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

Jumat

Sejarah Matematika dan Asal Usul Angka Nol

Dlm sehari-hari, sesungguhnya qt tdk membutuhkan angka nol, benar2 tidak butuh. Ketika anda ditanya, ‘Punya brp jerukkah anda ?’, mka anda akn cenderung utk mngatakn ‘Saya tdk pny jeruk’ ketimbang mengatakan ‘Saya mempunyai nol jeruk’. Ketika kita mempunyai seorang adik n ditanya ‘Brpa thun umur adikmu itu ?’. Mka qt lebih memilih utk menjawab ‘Umurnya baru 1 bulan’ daripada harus menjawab dengan ’Umurnya baru 0 tahun’. Inilah masalahnya, krn dlm prakteknya qt sama sekali tdk memerlukan angka nol.
Mka dlm waktu yg sngt lama pd sjarah prjalann manusia, angka nol tdk muncul. Dan trnyata angka nol sendiri relative blm terlalu lama ditemukan, krn memang ‘tidak penting’.
Petunjuk mengenai awal manusia mengenal hitungan ditemukan oleh arkeolog Karl Absolom thn 1930 dlm sebuah potongan tulang serigala – ternyata mereka lebih bernyali, karena qt lebih memilih utk menggunakan media kertas dibading tulang serigala – yang diperkirakan berumur 30.000 tahun.

Terserah anda akn membayangkan seperti apa 30.000 tahun yg lalu itu n bgmn qt hidup jk telah dilahirkan pd masa itu.
Pada potongan tulang itu ditemukan goresan2 kecil yg tersusun dlm kelompok2 yg terdiri ats lima. iiiii iiiii iiiii. Entah apa yg telah dihitung oleh Manusia gua Gog. Apkh ia sedang menghitung brp lalat yg telah ia lahap, ataukah sudah brp lama ia tdk mandi, entahlah. Dan pd zaman ini angka nol sama sekali blm muncul, krn mmangnya untuk ap ?

Jauh sebelum zamannya si Gog, diperkirakan manusia baru mengenal angka satu n banyak atau satu, dua dan banyak. Pd saat ini ternyata masih ada yang menggunakan sistem ini, yaitu suku Indian Sirriona di Bolivia dan orang-orang Yanoama di Brasil. Ternyata seiring berjalannya waktu, mereka mulai merangkai angka yang sudah ada. Suku Bacairi dan Baroro memiliki system hitung ‘satu’, ‘dua’, ‘dua dan satu’, ‘dua dan dua’, ‘dua dan dua dan satu’, dst. Mereka memiliki system angka berbasis dua dan kita sekarang menyebutnya dengan system biner – saat ini kita sering mempelajarinya jika kita mempelajari system hitungan yang digunakan komputer. Saat ini pun kita menuliskan sebelas sebagai sepuluh dan satu, dst.

Sekarang kita menyebut system basis lima yang digunakan si Gog adalah system quiner. Mengapa Gog memilih lima sebagai basisnya, dan bukannya basis empat atau enam ? Toh, basis berapapun yang dipilih, maka system penghitungan akan tetap bisa dilakukan. Tampaknya ini dipilih karena manusia sajak dari dulu sampai sekarang memiliki lima jari di setiap tangan. Penyebutan Baroro untuk ‘dua dan dua dan satu’ adalah ‘seluruh jari tangan saya’ dan masyarakat Yunani kuno menyebut proses penghitungan dengan fiving – melimakan.Tapi sampai saat itu angka nol tetap belum muncul, karena kita tidak perlu mencatat dan mengatakan ‘nol serigala’ dan ‘nol adik kita’ bukan ?

Sejak masa Gog manusia terus mengalami kemajuan. Kembali kita menelusuri mesin waktu, lima ribu tahun yang lalu, orang-orang Mesir mulai membuat tanda untuk menunjukkan ‘satu’, tanda lain untuk menunjukkan ‘lima’, dsb. Sebelum masa piramida, orang-orang Mesir kuno telah menggunakan gambar untuk system bilangan desimal – basis sepuluh, jari dua tangan saya – mereka. Bangsa Mesir akan menggambar enam simbol untuk mencatat angaka seratus dua puluh tiga ketimbang menggambar 123 garis. Bangsa Mesir dikenal sangat menguasai matematika. Meraka pakar perbintangan dan pencatat waktu yang handal dan bahkan sudah menciptakan kalender. Penemuan sistem penanggalan matahari merupakan terobosan besar dan ditambah dengan penemuan seni geometri . Meskipun mereka sudah mencapai matematika tingkat tinggi, namun angka nol ternyata belum muncul juga di Mesir. Ini dikarenakan mereka menggunakan matematika untuk praktis dan tidak menggunakannya untuk sesuatu yang tidak berhubungan dengan kenyataan.

Kemudian kita berpindah ke Yunani. Sebelum tahun 500 SM, mereka telah memahami matematika dengan lebih baik dibandingkan Mesir. Mereka juga menggunakan basis 10. Orang Yunani , sebagai contoh, menuliskan angka 87 dengan 2 simbol, dibandingkan dengan Mesir yang harus menuliskannya dengan 15 simbol, yang justru mengalami kemunduran pada angka Romawi yang memerlukan 7 simbol – LXXXVII. Jika bangsa Mesir menganggap matematika hanyalah alat untuk mengetahui pergantian hari – dengan sistem kalender – dan mengatur pembagian lahan – dengan geometri – , maka orang Yunani memandang angka-angka dan filsafat dengan sangat serius. Zeno yang melahirkan paradoks ketertakhinggaan dan Pytagoras yang sangat kita kenal dengan teorema segitiga siku-sikunya – yang belakangan diketahui bahwa rumus ini sebenarnya sudah diketahui sejak 1000 tahun sebelumnya, dilahirkan di sini. Kita juga mengenal Aristoteles dan Ptolomeus. Mereka dikenal dengan filsafatnya mereka juga tidak menemukan angka nol. Angka nol tetap belum ditemukan sampai saat ini.
Kembali ke dunia timur, Babilonia – Iraq sekarang – ternyata memiliki sistem hitung kuno yang jauh lebih maju. Mereka menggunakan sistem berbasis 60, seksagesimal , sehingga mereka memiliki 59 tanda. Yang membedakan sistem ini dengan Mesir dan Yunani adalah, bahwa sebuah tanda dapat berarti 1, 60, 3600 atau bilangan yg lebih besar lainnya.

Merekalah yang mengenalkan alat bantu hitung abax – soroban di Jepang, suan-pan di China, s’choty di Rusia, coulbadi di Turki, dll yang di sini kita sebut dengan sempoa). Sistem hitung mereka seperti sistem kita saat ini dimana 222 menunjukkan nilai ‘dua’, ‘dua puluh’ dan ‘dua ratus’. Begitu juga simbol i menunjukkan ‘satu’ atau ‘enam puluh’ dalam dua posisi yang berbeda. Orang Babilonia tidak memiliki metode untuk menunjukkan kolom-kolom yang tepat bagi simbol-simbol tertulis, sementara dengan abakus hal ini lebih mudah ditunjukkan angka mana yang dimaksud. Sebuah batu yang terletak di kolom kedua dapat dibedakan dengan mudah dari batu yang terdapat di kolom ketiga dan seterusnya. Dengan demikian i dapat berarti 1, 60 atau 3600 atau nilai yang lebih besar. Sehingga ii dapat lebih kacau lagi, karena bsa berarti 61, 3601, dsb. Maka diperlukan penanda dan mereka menggunakan ii sebagai tempat kosong, sebuah kolom kosong pada abakus. Sehingga sekarang ii berarti 61 dan iiii berarti 3601. Walaupun mereka telah menemukan penanda kolom kosong dengan ii, namun sesungguhnya angka nol tetap saja belum muncul pada kebudayaan ini.ii tetap tidak mempunyai nilai numerik tersendiri.

Maka ketika kita meninggalkan kebudayaan-kebudayaan di atas, tetap saja belum kita temukan angka nol dan dari titik ini kita akan mengalami percabangan untuk menentukan siapa sebenarnya penemu sang angka nol. Asal mula matematika di India masih samar. Sebuah teks yang ditulis pada tahun 476 M menunjukkan pengaruh matematika Yunani, Mesir dan Babilonia yang dibawa Alexander saat penaklukannya. Suatu ketika pakar Matematika India mengubah sistem hitung mereka dari sistem Yunani ke Babilonia tetapi berbasis sepuluh. Namun dari referensi pertama bilangan Hindu yang berasal dari seorang Uskup Suriah pada tahun 662 menyebutkan bahwa mereka menggunakan 9 tanda dan bukannya sepuluh.

Dengan jatuhnya kekaisaran Romawi pada abad VII, Barat pun mengalami kemunduran dan Timur mengalami kebangkitan. Selama bintang Barat tenggelam di balik cakrawala, bintang lainnya terbit, Islam.
Setelah Rasulullah Muhammad saw wafat maka dimulailah masa Khulafur Rasyidin yang dipimpim oleh Khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq ra, Amirul Mukminin Umar Bin Khattab Al Faruq ra, Amirul Mukminin Usman Bin Affan Dzunnurrain ra dan Amirul Mukminin Ali Bin Abi Thalib kw. Dan saat ini Islam telah tersebar mencapai Mesir, Suriah, Mesopotamia dan Persia dan juga Yerusalem. Pada tahun 700 M, Islam telah mencapai sungai Hindus di Timur dan Algiers di Barat. Tahun 711 M, Islam telah menguasai Spanyol sampai ke wilayah Prancis dan di tahun 751 M telah mengalahkan Cina. Dan di Spanyol yang lebih dikenal dengan Andalusia, mengalami puncak kejayaanya pada abad VIII.

Pada abad IX, Khalifah Al Ma’mun mendirikan perpustakaan megah, Bayt Al Hikmah – Rumah Kebijaksanaan. Dan salah satu ilmuwan terkemukannya adalah Muhammad Ibnu Musa Al Khawarizmi. Tulisan pentingnya antara lain Al-Jabr Wa Al-Muqabala dan dari sinilah muncul istilah aljabar – penyelesaian. Dan juga menyebarkan Algoritma dari kata Al-Khawarizmi.

Dan dari sinilah bangsa-bangsa di belahan dunia lain akan mengikuti sistem bilangan arab yang baru. Bilangan yang terdiri atas sepuluh tanda. Dan akhirnya angka nol pun muncul dan selesailah perjalanan kita. Dan kita tetap belum tahu secara pasti apakah angka nol pertama muncul di India ataukah di Andalusia ataukah di Arab. Namun suatu hal yang pasti, ia baru muncul pada abad – minimal – VI atau bahkan lebih. Wallahu ‘alam.

Tapi ada juga yang mengatakan bahwa Muhammad Ibnu Musa Al Khawarizmi inilah yang menemukan angka 0 (nol) yang hingga kini dipergunakan. Apa jadinya coba jika angka 0 (nol) tidak ditemukan coba? Selain itu, dia juga berjasa dalam ilmu ukur sudut melalui fungsi sinus dan tanget, persamaan linear dan kuadrat serta kalkulasi integrasi (kalkulus integral). Tabel ukur sudutnya (Tabel Sinus dan Tangent) adalah yang menjadi rujukan tabel ukur sudut saat ini.
Sumber : bacaan-mu.blogspot.com

Sistem Bilangan Riil

Bilangan riil (real) terdiri atas bilangan rasional dan irrasional. Bilangan rasional adalah bilangan yang dapat dibentuk ke dalam,
Dengan demikian, bilangan rasional dapat berbentuk bilangan bulat bilangan yang dapat dinyatakan dengan pecahan atau bentuk desimal, dan campurannya. Contoh:
kedua bilangan di atas adalah bilangan rasional yang sebenarnya sama saja dengan bilangan bulat 8 dan -5.
Bilangan yang tidak bisa dinyatakan dalam bentuk rasional seperti,
 
merupakan bilangan irrasional.

Sistem bilangan yang paling sederhana adalah bilangan asli, yaitu: 
1, 2, 3, 4, 5, .....
Bilangan asli ini kita bisa pakai untuk menghitung. Misal menghitung buku-buku yang kita miliki, atau menghitung seberapa banyak teman kita. 
Jika kita tambahkan bilangan asli ini dengan negatifnya dan nol, maka akan terbentuklah bilangan bulat, yaitu:
.... -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, ....
Bilangan bulat terdiri dari bilangan bulat negatif, nol dan bilangan bulat positif.

Bila kita mengukur panjang atau berat suatu benda, maka bilangan bulat tidak cukup memadai. Bilangan bulat kurang bisa memberikan ketelitian yang cukup. Maka bilangan rasional lebih cocok untuk mengukur panjang atau berat suatu benda.

Terdapat beberapa lambang baku untuk menyatakan kelas-kelas bilangan, yaitu:
= bilangan asli
= bilangan bulat
= bilangan rasional
= bilangan riil
Hubungan antar ke empat kelas bilangan di atas adalah,
Sifat-sifat bilangan riil terhadap operasi penambahan dan perkalian
  1. Hukum Komutatif, x + y = y + x dan xy = yx
  2. Hukum Asosiatif, x + (y + z) = (x + y) + z dan x(yz) = (xy)z
  3. Hukum distributif, x(y + z)  = xy + xz
  4. Elemen Identitas, yaitu 0 dalam operasi penjumlahan dan 1 dalam operasi perkalian, karena memenuhi x + 0 = x dan x . 1 = x
  5. Invers, yaitu bilangan negatif dalam operasi penjumlahan misal x + (-x) = 0. Sedangkan dalam operasi perkalian inversnya, .
Sifat-sifat urutan
  1. Trikotomi. Jika x dan y adalah bilangan-bilangan, maka pasti satu di antara berikut ini berlaku: x < y atau x = y atau x > y
  2. Ketransitifan. Jika x < y dan y < z, maka x < z
  3. Penambahan. Jika x < y, maka x + z < y + z
  4. Perkalian. Untuk bilangan  z positif, jika x < y, maka xz < yz. Sedangkan untuk z negatif, jika x < y, maka xz > yz

10 Film yang Menggambarkan Kejeniusan Tokohnya

Jenius didefinisikan sebagai orang memiliki kapasitas alami di bidang intelektual. Banyak film menggambarkan orang-orang jenius dengan keahlian masing-masing, apakah itu matematika, ilmu pengetahuan, seni atau musik. Berikut adalah 10 film brilian yang menggambarkan 10 "kejeniusan" yang berbeda. Sebagian besar film didasarkan pada kehidupan karakter dan bagaimana kemampuan mereka masuk ke dalam kehidupan mereka dan kehidupan orang-orang di sekitar mereka. Mayoritas dari mereka didasarkan pada orang yang nyata.

Seni Pollock (2000)



Film ini menceritakan tentang karier dan perjuangan dengan alkoholisme serta resepsi untuk pekerjaannya. Jackson Pollock adalah seorang pelukis abstrak Amerika yang meninggal pada tahun 1956, pada usia 44. Ia terkenal karena lukisan ekspresionisnya yang dilukis di kanvas besar, yang biasanya dibentangkan di lantai. Bukannya lukisan yang ia buat, ia hanya melempar cat kanvas dan mengolesi kanvas.
Dia berjuang dengan alkohol sepanjang hidupnya, dan pada akhirnya alkohol menjadi penyebab kematiannya dalam kecelakaan mobil yang dikendarainya dalam keadaan mabuk. Pollock Film ini dirilis pada tahun 2000 dan aktornya antara lain Ed Harris dan Marcia Gay Harden. Harden memenangkan Academy Award untuk perannya sebagai istri Jackson, Lee Krasner.
Autisme
Rain Man (1988)

Sebagian orang pasti akrab dengan Film ini, "Rain Man" memenangkan 4 Oscar pada tahun 1989, termasuk satu untuk Aktor Terbaik, Dustin Hoffman. Dalam film ini Hoffman berperan sebagai Raymond, sarjana autis yang cacat. Raymond memiliki kecerdasan dan keahlian yang bertentangan dengan alam secara keseluruhan. karakter Raymond di film ini diambil pada seseorang di dunia nyata yang bernama Kim Peek, yang dianggap sebagai sarjana paling cemerlang di dunia.
Peek dapat membaca 2 halaman buku dalam waktu sekitar 10 detik dengan matanya. Mata kirinya dapat membaca halaman yang berada di sisi kiri buku dan mata kanannya dapat membaca halaman yang berada di sisi kanan buku. Dia bisa mengingat 98% dari informasi ini. Selain terkenal sebagai "speed calculator", dia juga bisa mengingat lebih dari sekitar 12.000 buku-buku tentang geografi, sejarah, sastra, dll. Dia juga dapat mendeklarasikan hari atau tanggal dalam sejarah.


Tapi pada dasarnya film ini bukan menceritakan kehidupan Kim Peek, tetapi menceritakan tentang charlie, adik Raymond (diperankan oleh Tom Cruise), yang menemukan saudaranya setelah ayah mereka meninggal dan meninggalkan warisan jutaan dolar untuk Raymond. Pada awalnya Charlie hanya menggunakan kemampuan Raymond untuk keuntungan sendiri, tetapi seiring waktu berjalan, Charlie berubah menjadi mencintai kakaknya Raymond. Di film ini, akting Dustin Hoffman sangat sempurna dan cemerlang.
Catur
Searching for Bobby Fischer (1993)

Robert James Fischer dianggap sebagai salah satu pemain catur terbaik sepanjang masa, dengan prestasi legendaris, termasuk menjadi grandmaster termuda pada usia 15. Film ini menceritakan Joshua Waitzkin, anak ajaib yang mengikuti jejak Bobby Fischer. Di film ini, Waitzkin dimainkan oleh Max Pomeranc. Dia ditemukan sebagai pemain catur yang memiliki bakat alami. Pada film ini dia diasuh oleh instruktur yang ketat. Yosua Waitzkin mulai bermain catur pada usia 6 tahun. Da telah memenangkan 8 gelar individu dan 7 kejuaraan tim.
Kecerdasan
Little Man Tate (1991)

Little Man Tate adalah sebuah film yang disutradarai dan dibintangi oleh Jodie Foster. Film ini menceritakan kisah seorang anak jenius, Fred Tate (7 tahun) yang memiliki bakat piano, jenius dalam hal matematika dan juga dunia artis. Film ini berfokus pada usaha Fred untuk menyesuaikan dirinya di masyarakat, meskipun kecerdasannya menjadi ketegangan psikologis antara dirinya dan ibunya.
Matematika
A Beautiful Mind (2001)

A Beautiful Mind didasarkan pada sebuah buku dengan judul yang sama. Baik film dan novel ini menceritakan kisah tentang ahli matematika pemenang Hadiah Nobel dan Economist, John Forbes Nash. Awalnya, Tom Cruise ditetapkan untuk memainkan peran utama, tapi Crowe dipilih setelah Ron Howard (Sutradara) melihat penampilannya di Gladiator. Film ini mengambil sebagian besar kehidupan Nash, termasuk waktu di Princeton University. Kisahnya meliputi keberhasilan dan keputusasaan Nash. Film ini memenangkan 4 Academy Award, termasuk Best Picture.
Musik
Amadeus (1984)

Amadeus dianggap sebagai salah satu film drama musikal terbaik yang pernah dibuat. Hal ini ditandai dengan menjadi nominasi untuk 53 award dan memenangkan 40 dari 53 award tersebut, termasuk 8 Academy Award. Film ini diambil dari kehidupan komposer Antonio Salieri dan Wolfgang Amadeus Mozart, keduanya tinggal di Wina, Austria, di akhir abad ke-18. Mozart adalah seorang anak ajaib yang menulis untuk keyboard dan biola pada usia 5 tahun. Di sepanjang hidupnya dia telah menghasilkan lebih dari 600 karya dan dianggap sebagai musisi, anak berbakat alami terbesar sepanjang masa.
Fisika
Dark Matter (2008)

Dark Matter adalah sebuah film yang didasarkan pada kisah Gang Lu, pelaku pembunuhan di University of Lowa. Film ini berfokus pada waktunya di universitas, daripada kejahatan yang ia lakukan. Karakter, Liu Xing, adalah mahasiswa Cina berbakat muda yang diterbangkan ke Amerika untuk belajar fisika di tingkat yang lebih tinggi.
Sementara di sana, ia bergabung dengan kelompok kosmologi yang dipimpin oleh Jacob Reiser, seorang ahli kosmologi terkenal. kecemerlangan Xing menjadi jelas dan ia dengan cepat diambil di bawah sayap profesor. Ketika mereka mencoba untuk membuat sebuah model bagi asal usul alam semesta. Namun, Xing menjadi terobsesi dengan studi 'Dark Matter', suatu zat yang tak terlihat bahwa ia percaya bentuk alam semesta dan segala isinya, bertentangan dengan teori Reiser's. Karakter pertempuran egonya, dan perbedaan budaya ketika mencoba untuk mempertahankan kemampuan alami nya bagi ilmu pengetahuan, serta kewarasannya.
Kekuatan supranatural
Powder (1995)

Sean Patrick Flanery memainkan anak albino yang dijuluki "Powder", yang memiliki kecerdasan luar biasa, telepati dan kekuatan paranormal. Nama asli Anak ini adalah Jeremy Reed. Ibunya disambar petir ketika dia masih dalam kandungan. Anak ini juga memiliki kemampuan untuk merasakan perasaan orang lain di sekitarnya. Jeff Goldblum dan Mary Steenburgen membintangi film ini.
Time Travel
The Time machine (1960 & 2002)

Ada dua film Time Machine (1960 dan 2002), masing-masing berdasarkan novel HG Wells dengan nama yang sama. Meskipun di film protagonis memiliki nama, dalam buku ia hanya dikenal sebagai 'Time Traveler', penemu muda berbakat dari New York (versi 2002) Setelah kekasihnyanya dibunuh oleh perampok, ia membangun sebuah mesin waktu yang akan memungkinkan dia untuk kembali untuk menyelamatkan kekasihnya.
Setelah menyadari bahwa tidak peduli berapa kali ia kembali, pacarnya selalu terbunuh dengan cara yang berbeda sampai ia pergi ke masa depan tahun 2037. Setelah pingsan, ia terbangun di tahun 802.701 dimana manusia telah kembali ke cara primitif hidup dan tersiksa oleh monster kera yang disebut 'Morlocks'. Walupun film ini tidak brilian, setidaknya novel ini adalah "wahyu" yang memperkenalkan ide tentang time travel.
Writing
Finding Forrester (2000)

Film ini menceritakan tentang seorang remaja negro muda, Jamal Wallace, yang memiliki bakat alami yang besar untuk menulis. Ia bertemu pada seorang penulis tua bernama William Forrester, (diperankan oleh Sean Connery). Pada akhirnya persahabatan mereka tumbuh, masing-masing menemukan diri mereka dengan cara yang berbeda. Meskipun Jamal adalah seorang mahasiswa sangat berbakat, tekanan mendorong dia untuk tampil di tingkat rata-rata di sekolah, sedangkan Forrester membantunya memberinya semangat untuk sastra.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More